KENDAL – Anggota Komisi XIII DPR RI, dr. Raja Faisal Manganju Sitorus, turun langsung mendukung program ketahanan pangan nasional di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal, Rabu (11/03/2026)
Ia bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, dan Kepala Lapas Terbuka Kendal, Roni Darmawan melakukan penebaran benih ikan bandeng di area tambak bandeng SAE Lapas Terbuka Kendal.

Kegiatan penebaran benih ini merupakan bagian dari pengembangan budidaya perikanan yang tengah digalakkan Lapas Terbuka Kendal untuk mengubah lahan idle menjadi produktif. Program ini sejalan dengan salah satu dari 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung program pangan nasional, sekaligus memberikan pembinaan keterampilan kepada warga binaan melalui kegiatan budidaya yang berkelanjutan.

dr. Raja Faisal Manganju Sitorus menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Lapas Terbuka Kendal.
“Program ketahanan pangan di lapas bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga membangun kemandirian dan produktivitas warga binaan. Saya sangat mengapresiasi kolaborasi ini dan siap mendorong dukungan anggaran serta kebijakan dari Komisi XIII DPR RI agar program serupa bisa terus berkembang di seluruh Indonesia, ” ujarnya saat menebar benih ikan bandeng di tambak tersebut.
Kakanwil Ditjenpas Jateng Mardi Santoso menambahkan bahwa program budidaya bandeng di Lapas Terbuka Kendal telah menunjukkan hasil nyata. Hal ini dapat dilihat dari pemanfaatan lahan yang sebelumnya idle atau tidak produktif, diubah menjadi lahan produktif berupa tambak bandeng.
“Kegiatan hari ini semakin memperkuat komitmen Ditjenpas untuk menjadikan lapas sebagai unit produktif yang mendukung ketahanan pangan, sekaligus memberikan nilai ekonomi dan keterampilan bagi warga binaan, ” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Kendal, Roni Darmawan menyambut baik kehadiran anggota DPR RI dan Kakanwil. Menurutnya, penebaran benih ini menjadi momentum penting dalam memperluas area tambak dan meningkatkan hasil panen yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas maupun disalurkan ke masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara legislatif, pemerintah, dan unit pemasyarakatan dalam mendukung program prioritas nasional ketahanan pangan.
(Humas LPT Kendal)
